Jumat, 08 April 2011

Tanda Tanya yang menawarkan cinta kasih. (Titik)

Film, sebuah media yang tidak asing lagi bagi saya. Dari kecil memang keluarga saya sudah seringkali mengenalkan saya akan media ini. MICKEY MOUSE, mungkin menjadi toko film pertama yang saya kenal. Kartun, irasional, namun melegenda.

Dengan film, kita bisa meniru banyak hal. Sebut saja gaya hidup, yang menjadi kebutuhan primer kaum urban selain makanan dan pakaian. Dengan film juga, kita bisa bercermin. Ini menarik. Karena pantulan cermin yang diberikan bisa berakibat banyak. Mungkin suatu yang bisa mengubah hidup kita menjadi positif (karena tersindir atau bahkan tertampar), atau malah mengarah negatif (dengan berbagai pemikiran baru yang dangkal dan mentok)

Dari film, akhir-akhir ini saya banyak melahirkan obrolan seru dengan para sahabat saya. Pecinta film, yang menganggap film adalah media menarik penuh alur cerita yang mampu menghantarkan kita pada suatu pemikiran yang baru, segar, dan menggugah. Diskusi kita berkepanjangan dengan saling mengirimkan info tentang para sutradara, produser, bahkan para aktor dalam negri yang memang termasuk jajaran berkelas di negri ini. Ya, yang menarik adalah kita memang concern terhadap perkembangan perfilman di Indonesia kini. Tentunya bukan film-film 17++ yang mengobrol dunia seks dan komedi murahan. Yang kita maksud adalah film-film sekelas Pintu Terlarang, Arisan, atau yang terbaru adalah Tanda Tanya.

Tanda Tanya, sebuah film baru yang menggigit kesadaran dan paradigma berfikir kita tentang suatu masalah sensitif yang mampu diangkat oleh seorang Hanung Bramantyo untuk disajikan dalam suatu media hiburan. Mulanya memang harus diniati dengan pemikiran yang bersih dan positif. Lalu beranjak pada pergantian scene-scene tempat ibadah yaitu gereja, mesjid, dan vihara. Ketiganya sejajar.

Menarik sekali untuk dihighlight bahwa statement penting disini adalah agama merupakan cara kita untuk meraih suatu tujuan yaitu Tuhan. Perbedaan agama itu menjadi suatu perbedaan kritis yang tidak layak untuk diperdebatkan, namun sangat layak untuk dihormati. Lupakanlah egoisme antar agama. Lanjutkanlah untuk menghargainya. Seperti kasih seorang single-parent yang memilih pindah agama meskipun anak semata wayangnya masih rajin mengaji dan sholat. Atau penghargaan majikan pada para pegawai yang merayakan Idul Fitri. Menarik dan sangat menyentuh rasa.

Jika Indonesia mampu berbuat seperti yang diciptakan oleh Hanung Bramantyo sebagai sutradara, makan Indonesia ini akan menjadi kaya meskipun secara ekonomi terpuruk. Perbedaan beragama, tidak perlu dipermasalahkan. Permasalahan dapat diselesaikan dengan diskusi. Negara kita sudah terlalu lelah dengan konflik. Ada baiknya kelelahan ini disegarkan melalui suatu penyegaran menarik dari suatu media film. Tanda tanya menjawab kelelahan itu. Tanda Tanya menawarkan cinta kasih. (Titik)


Kamis, 17 Maret 2011

keluh kesah itu so last year

menjadi manusia sempurna itu sama saja dengan menegakkan benang basah. karena memang kita sudah dikodratkan untuk tidak sempurna. bayangan dalam diri untuk menjadi sempurna itu pasti hanya sekedar suatu mimpi, keinginan atau cita-cita. tapi ini pantas dicapai. karena dengan terus ingin mencapainya, berarti diri ini ingin menuju sempurna.

menuju sempurna itu sepertinya hanya dapat melupakan berbagai masalah, tidak menghiraukannya dan menjalani hidup ini dengan happy. take it easy. ga perlu banyak-banyak mikirin hal-hal yang ga penting.

sejujurnya saya pun masih saja berlaku demikiran. tapi sedikit-sedikit ditepis, dan akhirnya menjadi gerah ketika ada seorang teman yang menghampiri dan berkeluh kesah. bukan tidak mau menjadi tempat sampah untuk masalah-masalahnya, tapi terkadang hal itu terlalu didramatisir dan dilebih-lebihkan, karena dulu juga saya pernah merasakannya.

mendramatisir masalah itu so last year. jaman sudah berubah. sudah banyak hiburan yang bisa dijadikan pelarian untuk tidak memikirkan hal-hal ga penting itu. hiburan yang positif pastinya.

beruntungnya saya masih punya sahabat-sahabat terbaik saya, yang kerjanya bukan berkeluh kesah saja, tapi bisa berdialog gila kesana-kesini dengan humor-humor gadungan penyeimbang hidup yang berat ini . ringan terasa dan hidup menjadi semangat.

namun, maafkan saya sahabat-sahabat terbaik, jika suatu saat saya butuh kalian, untuk sekedar menjadikan kalian tempat sampah keluh kesah duniawi kejam ini.

Minggu, 30 Januari 2011

Today I'm gonna make yesterday jealous

God, make me a better person than I was yesterday.

a simple prayer that very meaningfull.

Kamis, 30 Desember 2010

hilangnya suatu gerutu?

gerutu itu lama-kelamaan menjadi momok yang menakutkan bagiku.
lelah mendengar setiap bunyi gerutu, seolah menyayat hatiku sedikit demi sedikit.
lidah menjadi kelu, tak mampu berkata, bertindak, atau bahkan berujar sekalipun.
bosan dengan tindakan yang selalu bersumbu pada kutub negatif.

ingin menghilang, beradu nafas dengan semesta.
tidur lelap tanpa mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

suatu yang sensitif dalam dada ini, ingin kubius.
agar mati rasa jadinya.
agar tak ada sesuatu pun yang bisa kurasakan tentang gerutu.
yang ada hanyalah sukacita dari sumbu berkutub positif.
keriaan dan damai yang kuinginkan.
agar hidupku pun senantiasa menjadi ria dan damai.
bukan kelu dan pilu.

oh Maha Semesta, begitu mungkin doaku untuk menutup suatu dekade panjang.
untuk memulai suatu dekade baru penuh kejutan ria dan damai.
maaf untuk dekade yang pilu dan kelu.


didedikasikan untuk mereka yang merasa pilu akan dekade penuh kelu.

Senin, 27 Desember 2010

dunia tulis

Beberapa hari disibukkan dengan hal-hal yang membuat pikiran lelah, membuat saya rindu akan menulis. Meskipun sampai saat ini masih saja ada perasaan kurang percaya diri akan berbagai macam tulisan yang dibagikan disini, namun seperti teman baik saya bilang, menulis memang mampu mengarahkan seseorang pada suatu tujuan.

Di hari-hari sibuk itu, sudah barang tentu saya masih bisa menyempatkan diri untuk melakukan blogwalking. Salah satu blog yang sering dikunjungi adalah blog teman baik saya, kemudian ada satu blog sutradara terkenal tanah air yang cukup eksis mengupdate blognya. Penulisan blog keduanya cukup enak untuk dibaca. Dan mungkin dari keduanya, saya semakin semangat untuk selalu meng-update blog saya ini.

Kemarin malam pun, saya menemukan blog salah satu teman kecil saya yang cukup menarik untuk diikuti perkembangannya. Selain itu, ada dua penulis gaya hidup yang menjadi orientasi saya dalam menulis. Keduanya memiliki gaya penulisan yang asik, kekinian, dan mampu membuka wawasan saya. Memang dunia tulis, meskipun saya disini masih anak bawang, tetap menjadi dunia yang ingin terus saya ikuti. Menulis meningkatkan kemampuan kita untuk mengolah kata, mencari inti, dan menjelaskannya melalui banyak cara.

Salam hangat dunia tulis.

Senin, 06 Desember 2010

Euphoria Onrop Sampai Saat Ini

Musikal, hingga saat ini menjadi suatu karya penuh. Mengapa saya bilang penuh? Karena Musikal muncul dengan berbagai padu dari setiap unsur berkesenian. Indah bila dipadukan dan cacat bila ada yang hilang satu saja.

Onrop Musikal itu Gila. Joko Anwar itu Gila. Gila membuat otak saya hingga setelah sebulan ini masih saja mengingatnya. Setiap kangen Onrop, setiap kali itu juga saya mendengarkan lagu-lagu OST Onrop.

Cast yang ada di Onrop pun adalah cast yang memang profesional. Meskipun terlihat banyak sekali orang muda yang baru, namun tidak kalah untuk berlaku profesional. Totalitas berperan benar-benar terlihat detail.

Pertama kali nonton Musikal dan memang teramat sangat berkesan. Cerita yang sederhana namun dikemas dengan classy. Sampai setelahnya, sulit untuk menjelaskan pada teman-teman betapa saya menikmati Onrop.

Euphoria itu berlanjut dengan menonton karya2 Joko Anwar yang lainnya. Meaningful.

Bukankah inti dari suatu karya adalah isinya? Kemasan memang harus sangat menunjang. Namun isi lebih penting. Apalagi bila kemasan bisa secantik Onrop. Onrop harus mampu disandingkan dengan karya dunia.

Cacat Onrop bisa dibilang tidak ada. Semuanya menghibur. Ingin sekali ada Musikal-musikal lain sekelas Onrop, dan karya2 Joko Anwar lain selain Onrop yang benar-benar bisa memberikan aura positif pada saat dan setelah menonton.

Yes, and we are onropeans!!

Minggu, 05 Desember 2010

pemikiran yang kebetulan?

Terkadang apa yang dipikirkan akan segera terjawab melalui cara yang ajaib. Kebetulan? Saya seorang yang tidak terlalu percaya dengan kebetulan. namun yang terjadi ya seperti itu.

Pagi hari di gereja, ketika berdoa terlintas suatu pemikiran tentang hidup. Beberapa menit saja seolah ada suatu ajakan dari pastor yang kalau dipikir berhubungan dengan pemikiran tersebut. lalu kembali pulang ke rumah, seperti biasa saya selalu membeli KOMPAS edisi hari minggu. Dan lucunya disana ada satu artikel dari seorang penulis favorit saya yang juga membahas tentang pemikiran saya tadi.

Lucu. Kocak. Geli malah. Koq bisa-bisanya kebetulan seperti itu terjadi dalam hidup saya berulang kali?

Pelajaran yang diambil adalah, ketika rentetan peristiwa itu datang terus menerus, ketika itu juga pelajaran hidup yang harusnya sebenarnya difikirkan. Dan segala sesuatu yang seperti kebetulan itu, anggaplah sebagai jawaban, atau jika tidak absolut mungkin menjadi penghantar untuk menemukan jawaban yang sesungguhnya saja.